07 Agustus 2008
START from OURSELF !!!
Ditulis oleh Agoes Tandy Rahardjo dan telah dikomentari sebanyak 0 buahKetika saya diberitahu melalui sms mengenai lomba flexter blogging ini, saya sebenarnya sungkan dan malas. Lha wong saya ini belum satu bulan baru belajar mengenai blog. Weleh-weleh… Lalu saya pun mengintip ke flexiland, wow! Saya cukup terkejut, ternyata banyak juga yang ikut. Setelah melihat berbagai tulisan yang dikirim mengenai ide membangunan bangsa, saya pun bangga sekaligus heran. Bangga karena banyak sekali ide – ide brilian yang dilontarkan, heran karena banyak sekali yang menyalahkan pemerintah kita.
Pemerintah sebagai pemimpin bangsa ini memang sebenarnya yang bertanggung jawab atas bangsa ini, tapi mereka kan juga ada karena pilihan kita, iya kan ?? Hehehe.. Jika terus saling menyalahkan, terus kapan kita membangun bangsa ini ? Sudahlah, percuma buang – buang waktu dan energi saja.
Jika ingin membangun
bangsa ini, ya ayo kita lakukan dari diri kita sendiri, start from ourself ! Yang namanya membangun bangsa tuh kan bukan membangun mesin atau infrastruktur saja, justru
yang penting kan
membangun manusia yang menjalankannya. Bahasa kerennya Man behind the gun. Jadi yang perlu kita lakukan ialah memperbaiki
moral dan knowledge kita. Kan
percuma saja mempunyai negeri kaya, tapi penduduknya ga bisa mengelola dengan
baik. Iya kan?
Trus yang diperbaiki siapa dulu ? Ya aparat pemerintahan kita. Ibaratnya masak’ mau menyapu dengan sapu yang kotor ? Ntar bukannya jadi bersih, tapi malah jadi tambah kotor. Etos kerja aparatur pemerintahan kita memang harus segera ditata ulang. Etos kerja yang bagaimana yang harus dihilangkan ? Ya yang tidak menjiwai pekerjaannya. Jadi maksudnya, aparat pemerintah harus benar-benar mencintai pekerjaannya sebagai bagian penting dari hidupnya. Jadi bekerja itu bukan sekadar mencari uang, tapi juga harga diri. Contohnya seperti para pejabat yang sekarang jadi “seleb dadakan” di TV alias koruptor yang udah tertangkap. Mereka itu merendahkan pekerjaannya, pekerjaan mereka bisa dibeli dengan uang alias disuap. Wah.. kalau di Jepang sudah bunuh diri semua tuh...
Lalu pertanyaan yang seringkali juga terdengar ialah: Apa yang negara sudah berikan kepada saya ? Hal inilah yang sudah nggak zaman, seharusnya kan “Apa yang sudah kita berikan pada negara ini?” Kan tuh kalimat udah terkenal dari John F. Kennedy, lama banget... hehehe. Atau ibaratnya, seperti cinta seorang ibu kepada anaknya. Karena begitu cintanya sang ibu kepada si anak, maka ia pasti memberikan yang terbaik untuk anaknya, bukannya malah meminta sesuatu dari anaknya. Jadi, ayo semuanya bangsa Indonesia berikan yang terbaik bagi bangsa ini. Dengan semangat, pasti bisa.
Tapi apa ya yang bisa kita berikan buat bangsa ini ? Ya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Hal ini penting banget, karena setahu saya masih banyak orang di bangsa ini yang gak menghargai kemampuan atau kepunyaan mereka saat ini. Contohnya, seorang tukang ledeng yang selalu mengeluh akan pekerjaannya, maunya ia bisa jadi direktur atau CEO aja. (wakakaka...ekstrem bgt). Tapi, ada suatu cerita nyata menarik mengenai seseorang yang menghargai pekerjaannya (kebetulan juga tentang tukang ledeng), check out at my blog (http://gsmetro.blogspot.com). Singkatnya, hargai apa yang kita punya, jika kita lakukan dengan sungguh-sungguh pasti berhasil.
Yang sering salah di bangsa ini (sepengetahuan saya lho ya), ialah banyak orang yang duduk di kursi pemerintahan yang tidak sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Misalnya saja, menteri yang mengurusi masalah A, eh malah berlatar belakang pendidikan B yang tidak ada sangkut pautnya. Beberapa di antara mereka hanya ingin mendapat keuntungan dari jabatan mereka. Jadi intinya, kita harus bisa mengembangkan kemampuan kita masing – masing. Yang pandai berdagang, ya jadilah seorang pedagang yang sukses. Yang kreatif, ya jadilah seniman atau pergunakanlah bakatmu semaksimal mungkin di jalur yang benar. Jangan semuanya mau jadi politisi; artis masuk politik, pengusaha jadi wakil presiden, negara ini terlalu banyak politisi, mending kalo banyak yang bagus, eh... banyak yang busuk...
Ayo masyarakat Indonesia, jadilah masyarakat yang berani menolak segala tindakan yang merugikan orang lain, jangan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Dengan persatuan yang kokoh, dengan semangat gotong royong mari kita bangun diri kita bersama-sama menjadi bangsa yang lebih baik. Janganlah kita bermalas-malas karena kekayaan alam yang melimpah, karena semuanya itu akan sia-sia tanpa kerja keras kita.
(read more ...)
Subcribe RSS of this blog
Ya tumbuhakan jiwa
entrepreneurship di masyarakat kita. Bagaimana caranya ? Melalui pendidikan
sejak usia dini. Saya pribadi setuju dengan Ir. Ciputra yang menanamkan
pendidikan entrepreneurship di semua sekolahnya. Janganlah masyarakat berpikir
negatif bahwa pendidikan entrepreneur akan membuat generasi tersebut mata
duitan. Hal ini salah kaprah. Sekali lagi, entrepreneur bukan hanya soal uang,
tetapi bagaimana menumbuhkan jiwa yang kreatif, mampu berinovasi, dan tidak
mudah putus asa.